Fine Furniture & Deco Asia (FFDA) hadir di FHI 2026, mempertemukan pelaku industri furnitur dan dekorasi sekaligus menyoroti peluang baru bagi desain Indonesia di pasar global.

Pada 21–24 Juli 2026 lalu, Jakarta International Expo (JIEXPO) Kemayoran menjadi titik temu bagi berbagai pelaku industri food, beverage, hospitality, hingga desain. Memasuki edisi ke-20, Food & Hospitality Indonesia (FHI) 2026 hadir dengan format yang semakin terintegrasi, salah satunya melalui kehadiran Fine Furniture & Deco Asia (FFDA) bersama Hotelex Indonesia, Hotel & Shop Design and Supply Asia (HSDSA), dan PROPAK Indonesia.

Di tengah ekosistem tersebut, FFDA membawa pembicaraan yang lebih dekat dengan bagaimana sebuah ruang hospitality dibentuk. Furniture, interior décor, material, hingga berbagai solusi desain menjadi bagian dari kebutuhan industri yang semakin menempatkan pengalaman ruang sebagai salah satu elemen penting.

Secara khusus, FFDA merupakan platform yang mempertemukan produsen, supplier, dan desainer dengan berbagai produk furniture, interior décor, serta solusi desain untuk kebutuhan hospitality, komersial, maupun residensial.

Melihat Hospitality dari Sisi yang Berbeda

Kehadiran FFDA di FHI 2026 memperlihatkan bagaimana industri hospitality saat ini semakin sulit dipisahkan dari desain. Hotel, restoran, café, hingga berbagai ruang komersial tidak dibentuk oleh produk dan layanan saja. Furniture, material, pencahayaan, dekorasi, serta tata ruang ikut menentukan bagaimana sebuah tempat dikenali dan dirasakan.

Karena itu, keberadaan FFDA di dalam rangkaian FHI terasa relevan. Jika FHI secara luas mempertemukan kebutuhan industri makanan, minuman, dan hospitality, FFDA membawa sisi lain dari ekosistem tersebut: bagaimana kebutuhan sebuah ruang diterjemahkan melalui produk dan desain.

Dalam satu kawasan pameran, pengunjung dari industri hospitality dapat berpindah dari kebutuhan operasional menuju kebutuhan ruang. Bagi pemilik hotel atau restoran, misalnya, pencarian supplier tidak berhenti pada kitchen equipment atau produk F&B, tetapi dapat berlanjut pada furniture dan elemen interior yang mendukung karakter ruang yang sedang dibangun.

Integrasi ini menjadi salah satu hal menarik dari penyelenggaraan FHI 2026. Penyelenggara memang menempatkan FHI bersama FFDA, HSDSA (Hotel & Shop Design & Supply Asia), Hotelex Indonesia, dan ProPak Indonesia sebagai sebuah ekosistem yang mempertemukan berbagai sektor dalam satu kawasan.

Dari Produk ke Kebutuhan Proyek

Salah satu hal yang juga terlihat dari FFDA adalah pendekatannya yang cukup dekat dengan kebutuhan profesional. FFDA tidak berhenti sebagai ruang untuk melihat produk, tetapi turut menghadirkan Business Matching Programms yang mempertemukan buyer dengan exhibitor melalui pertemuan yang telah disusun berdasarkan kebutuhan sourcing.

Program tersebut menyasar berbagai pelaku industri, termasuk buyer yang mencari furniture, interior solutions, dan décor products. Dengan format pertemuan yang lebih terarah, FFDA mencoba menjembatani kebutuhan proyek dengan supplier yang relevan.

Pendekatan ini memperlihatkan posisi furniture dan décor dalam industri hospitality yang semakin berkembang. Sebuah furniture tidak selalu berdiri sebagai produk individual, tetapi dapat menjadi bagian dari keseluruhan konsep sebuah hotel, restoran, retail space, atau proyek komersial.

Bagi arsitek dan interior designer, akses terhadap supplier menjadi bagian dari proses menerjemahkan konsep menjadi ruang. Sementara bagi project owner, developer, dan pelaku hospitality, keberadaan supplier dalam satu platform dapat membantu proses pencarian solusi untuk kebutuhan proyek.

Membuka Percakapan antara Desain dan Hospitality

Jika melihat kembali penyelenggaraan FHI 2026, kehadiran FFDA juga memperlihatkan perubahan yang lebih luas dalam industri. Hospitality semakin bergerak menuju pengalaman yang lebih menyeluruh, sementara desain menjadi salah satu bagian yang membentuk pengalaman tersebut.

FHI sendiri menghadirkan lebih dari 500 perusahaan dari 32 negara dan membawa berbagai produk, teknologi, serta solusi untuk industri makanan, minuman, dan hospitality. Di dalam skala tersebut, FFDA memperluas percakapan menuju furniture, décor, dan desain.

Dari meja restoran, kursi di lobi hotel, material interior, hingga elemen dekoratif yang membentuk atmosfer, desain memiliki peran dalam menentukan bagaimana sebuah tempat dikenali dan diingat.

Dan melalui FFDA, percakapan mengenai hal tersebut hadir lebih dekat dengan industri yang memang menggunakan ruang sebagai bagian penting dari bisnisnya.